penyelesaian kasus pembantaian santa cruz
1. penyelesaian kasus pembantaian santa cruz
Pembantaian Santa Cruz atau Peristiwa 12 November adalah penembakan pemrotes Timor Timur di kuburan Santa Cruz di ibu kota Dili pada 12 November 1991. Dimana pasukan Indonesia menembak orang-orang yang berdemonstrasi di penguburan rekan mereka, Sebastião Gomes, yang ditembak mati oleh pasukan Indonesia sebulan sebelumnya, sehingga menyebabkan 271 tewas, 382 terluka, dan 250 menghilang pada insiden tersebut. Tragedi ini dikenang oleh bangsa Timor Leste sebagai salah satu hari yang paling berdarah dalam sejarah mereka, dan mendapat perhatian internasional atas perjuangan mereka untuk merdeka.
Dari kasus tersebut terpampang jelas terjadi perlanggaran HAM yang sangat berat. Untuk penyelesaiannya menurut saya, pihak internasional dan Timor Lester yang sudah merdeka sekarang harus memberikan desakan kepada pemerintah Indonesia untuk menyelidiki secara tuntas siapa dalang atau pencetus penembakan tersebut dan memberikan hukuman yang pantas sesuai hukum internasional atas perbuatannya.
2. kronologis singkat pembantaian santa cruz?
suharto mengambil alih dari soekarno sebagai presiden dan mendirikan orde baru.
3. sinkronik peristiwa santa cruz massacre?
Jawaban:
Pembantaian Santa Cruz (atau Pembantaian Dili) adalah peristiwa penembakan kurang lebih 250 pengunjuk rasa pro-kemerdekaan Timor Timur di pemakaman Santa Cruz, Dili, pada tanggal 12 November 1991, di tengah pendudukan Indonesia di Timor Leste. Peristiwa ini diakui sebagai bagian dari genosida Timor Timur.
4. peristiwa santa cruz terjadi pada tahun?
Jawaban:
1991
Penjelasan:
Pembantaian Santa Cruz adalah peristiwa penembakan terhadap kurang lebih 250 pengunjuk rasa pro-kemerdekaan Timor Timur. Pembantaian Santa Cruz terjadi di Timor Timur pada 12 November 1991, di tengah pendudukan Indonesia di Timor Leste. Peristiwa Pembantaian Santa Cruz memakan sebanyak 273 korban jiwa.
5. Bagaimana penyelesaian kasus pembantaian santa cruz?? Dan sebab terjadinya kasus tersebut?? Yg cepet yah!! Butuh bgt ... Mksh..
Insiden Santa Cruz (juga dikenal sebagai Pembantaian Santa Cruz atau Peristiwa 12 November) adalah penembakan pemrotes Timor Timur di kuburan Santa Cruz di ibu kota Dili pada 12 November 1991. Para pemrotes, kebanyakan mahasiswa, mengadakan aksi protes mereka terhadap pemerintahan Indonesia pada penguburan rekan mereka, Sebastião Gomes, yang ditembak mati oleh pasukan Indonesia sebulan sebelumnya. Para mahasiswa telah mengantisipasi kedatangan delegasi parlemen dari Portugal, yang masih diakui oleh PBB secara legal sebagai penguasa administrasi Timor Timur. Rencana ini dibatalkan setelah Jakarta keberatan karena hadirnya Jill Joleffe sebagai anggota delegasi itu. Joleffe adalah seorang wartawan Australia yang dipandang mendukung gerakan kemerdekaan Fretilin.
6. Localize e pinte no mapa os estados onde há maior produção de: açúcar, álcool e soja.
Jawaban:
eu acho que é São paulo com 55%
7. Apa pasal yang berlaku bagi insiden dili, yaitu pembantaian santa cruz? tolong fast respon makasii
menurut saya, bahwa kasus ini telah melanggar pasal 28 A, pasal 28 G ayat 2, pasal 28 H ayat 1 karena mengambil hak asasi manusia
8. Bagaimana penyelesaian kasus pembantaian santa cruz?? Dan sebab terjadinya kasus tersebut?? Yg cepet yah!! Butuh bgt ... Mksh..
Kasus pembantaian Santa Cruz terjadi di Timor Timur (sekarang Timor Leste) tepatnya di komplek pemakaman Santa Cruz. Kejadian ini bermula ketika banyaknya demonstran (terutama mahasiswa) yang menyuarakan aspirasinya ketika prosesi pemakaman seorang mahasiswa bernama Sebastiao Gomes yang mati ditembak pasukan Indonesia satu bulan lalu. Para demonstran membentangkan spanduk yang berisi ungkapan bahwa mereka ingin menentukan hidup mereka sendiri dan merdeka (dari Indonesia). Ketika prosesi pemakaman dimulai, pasukan Indonesia memulai aksi penembakan yang menewaskan 271 orang, melukai 382 orang, dan 250 orang dinyatakan hilang.
Hingga kini belum ada penyelesaian konkrit terkait kasus tersebut meskipun sudah terdapat dua mekanisme penegakan hukum untuk masalah ini yakni pembentukan Pengadilan HAM Adhoc dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
9. Apa Saja Solusi untuk tragedi santa cruz?
Jawaban:
Indonesia telah memiliki berbagai kasus pelanggaran HAM baik ringan atau berat maupun yang dilakukan individu atau kelompok. Tak hanya itu instansi militer yang seharusnya melindungi NKRI beserta warga negara Indonesia pun melakukan beberapa pelanggaran yang menurut saya sangatlah fatal sehingga dapat melepaskan dan memecah NKRI. Padahal Indonesia yang menjujung persatuan dan bhineka tunggal ika serta pancasila pun tidak mengidahkan itu, sehingga pelanggaran HAM marak menyebar di Indonesia. Seperti kasus yang akan saya jabarkan dan bahas dibawah ini.
Instansi militer bahkan telah melakukan pembantaian pembunuhan kepada warga negaranya sendiri. Hal ini telah melanggar hak hidup seseorang. Hak untuk hidup tercantum sebagai salah satu hak asasi pada bab XA tentang Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945 setelah amandemen.
Pasal 28A menegaskan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”
Pasal 28B ayat (2) menyatakan “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”
Pasal 28I ayat (1) menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah satu dari tujuh hak asasi manusia yang oleh UUD 1945 dinyatakan sebagai hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable rights).
Contoh kasus dari pelanggaran HAM diatas adalah pembantaian yang dilakukan oleh militer TNI menembak warga sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-Timur tanggal 12 November 1991. Warga sipil yang sedang menghadiri pemakaman Sebastiao Gomes Rangel di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh TNI. Demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan warga sipil mengalami luka-luka dan bahkan ada yang meninggal.
Kasus ini dinilai pembunuhan oleh anggota TNI dengan melakukan agresi ke Dili, sehingga ini mendorong Timor-Timur ingin keluar dari NKRI dan membentuk negara sendiri.
Kasus ini termasuk dalam pelanggaran HAM berat di Indonesia yang telah dilakukan oleh militer Indonesia atau biasa disebut TNI dengan menembak warga sipil di Pemakaman Santa Crauz. Mengapa bisa seperti itu? Karena setiap orang berhak melangsungkan kehidupannya serta mempertahankannya. Apalagi TNI yang memiliki kewajiban untuk melindungi bangsa indonesia dibarisan terdepan haruslah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan tidak bertindak seperti itu.
Masyarakat Dili Timor Leste yang merasakan bahwa rakyatnya diinjak dan diberantas oleh TNI tentu saja harus tetap mengukuhkan haknya untuk mendapatkan kehidupan yang dilindungi bukan malah sebaliknya. Sehingga dari sini munculah perpecahan bangsa sehingga Timor Leste melepaskan diri dari Indonesia.
Hak untuk hidup disuatu negara yang melindungi dan memacu mereka untuk sejahtera haruslah menjadi hak bagi seluruh warga negara suatu bangsa. Suatu bangsa akan maju apabila warganya juga memberikan dorongan dan kesejahteraannya terjamin. Ini dapat terwujud dari sikap seluruh warga Indonesia yang mencintai bangsa ini.
Tidak hanya itu, pemerintah dan aparat penegak hukum haruslah bertindak tegas apabila ada penyelewengan dari fungsi badan lembaga nasional seperti TNI sehingga kejadian ini tidak dapat terjadi.
Solusi yang ketiga sebaiknya adanya perwakilan tiap daerah layaknya Badan DPRD Daerah untuk menyampaikan apa yang dirasakan, diinginkan, dan masukan-masukan dari warga daerah sehingga di dengar oleh pemerintah.
Penjelasan:
Jan Lupa Jawaban Tercerdas
10. mapai kapuhu leungen
Jawaban:
menuju kepangkal tangan
Penjelasan:
mapai artinya menuju atau bisa juga menyusuri
puhu artinya pangkal maka, kapuhu artinya kepangkal
leungeun artinya tangan
jadi mapai kapuhu leungeun adalah menuju kepangkal tangan
11. Kegiatan diplomasi pemerintah Orde Baru mengalami masalah sejak terjadinya insiden Santa Cruz Mengapa demikian
Jawaban:
Jawaban pada penjelasan
Penjelasan:
Kegiatan diplomasi pemerintah Orde Baru mengalami masalah setelah terjadinya insiden Santa Cruz di Timor Timur pada 1991 karena insiden tersebut dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia oleh banyak negara dan organisasi internasional. Insiden ini menyebabkan kerugian besar bagi reputasi Indonesia di mata dunia dan menimbulkan tekanan internasional untuk menyelesaikan masalah Timor Timur secara damai.
12. bagaimana cara menyelesaikan kasus pembantaian santa cruz
Solusinya adalah diadakannya perwakilan tiap daerah layaknya Badan DPRD Daerah untuk menyampaikan apa yang dirasakan, diinginkan, dan masukan-masukan dari warga daerah sehingga di dengar oleh pemerintah.
13. HAM apakah yang dilanggar pada kasus pembantaian Santa Cruz??
ham untuk hidup dan ham atas hidup
14. Di Peristiwa Santa Cruz, kenapa delegasi dari Portugal tiba-tiba mengunjungi Timor Timur? dan kenapa harus berserta 12 wartawan?
Jawaban:
karena sebuah delegasi parlemen dari Portugal berniat mengunjungi daerah itu. Rencananya, kedatangan mereka akan diikuti 12 jurnalis internasional.
Penjelasan:
maaf klo salah kakak :)
15. Apa upaya penanganan tragedi santa cruz?
liat aja di internet.. mungkin ada petunjuknya..
16. bagaimana solusi mengenai pembantaian santa cruz
Indonesia telah memiliki berbagai kasus pelanggaran HAM baik ringan atau berat maupun yang dilakukan individu atau kelompok. Tak hanya itu instansi militer yang seharusnya melindungi NKRI beserta warga negara Indonesia pun melakukan beberapa pelanggaran yang menurut saya sangatlah fatal sehingga dapat melepaskan dan memecah NKRI. Padahal Indonesia yang menjujung persatuan dan bhineka tunggal ika serta pancasila pun tidak mengidahkan itu, sehingga pelanggaran HAM marak menyebar di Indonesia. Seperti kasus yang akan saya jabarkan dan bahas dibawah ini.
Instansi militer bahkan telah melakukan pembantaian pembunuhan kepada warga negaranya sendiri. Hal ini telah melanggar hak hidup seseorang. Hak untuk hidup tercantum sebagai salah satu hak asasi pada bab XA tentang Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945 setelah amandemen.
Pasal 28A menegaskan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”
Pasal 28B ayat (2) menyatakan “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”
Pasal 28I ayat (1) menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah satu dari tujuh hak asasi manusia yang oleh UUD 1945 dinyatakan sebagai hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable rights).
Contoh kasus dari pelanggaran HAM diatas adalah pembantaian yang dilakukan oleh militer TNI menembak warga sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-Timur tanggal 12 November 1991. Warga sipil yang sedang menghadiri pemakaman Sebastiao Gomes Rangel di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh TNI. Demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan warga sipil mengalami luka-luka dan bahkan ada yang meninggal.
Kasus ini dinilai pembunuhan oleh anggota TNI dengan melakukan agresi ke Dili, sehingga ini mendorong Timor-Timur ingin keluar dari NKRI dan membentuk negara sendiri.
Kasus ini termasuk dalam pelanggaran HAM berat di Indonesia yang telah dilakukan oleh militer Indonesia atau biasa disebut TNI dengan menembak warga sipil di Pemakaman Santa Crauz. Mengapa bisa seperti itu? Karena setiap orang berhak melangsungkan kehidupannya serta mempertahankannya. Apalagi TNI yang memiliki kewajiban untuk melindungi bangsa indonesia dibarisan terdepan haruslah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan tidak bertindak seperti itu.
Masyarakat Dili Timor Leste yang merasakan bahwa rakyatnya diinjak dan diberantas oleh TNI tentu saja harus tetap mengukuhkan haknya untuk mendapatkan kehidupan yang dilindungi bukan malah sebaliknya. Sehingga dari sini munculah perpecahan bangsa sehingga Timor Leste melepaskan diri dari Indonesia.
Hak untuk hidup disuatu negara yang melindungi dan memacu mereka untuk sejahtera haruslah menjadi hak bagi seluruh warga negara suatu bangsa. Suatu bangsa akan maju apabila warganya juga memberikan dorongan dan kesejahteraannya terjamin. Ini dapat terwujud dari sikap seluruh warga Indonesia yang mencintai bangsa ini.
Tidak hanya itu, pemerintah dan aparat penegak hukum haruslah bertindak tegas apabila ada penyelewengan dari fungsi badan lembaga nasional seperti TNI sehingga kejadian ini tidak dapat terjadi.
Solusi yang ketiga sebaiknya adanya perwakilan tiap daerah layaknya Badan DPRD Daerah untuk menyampaikan apa yang dirasakan, diinginkan, dan masukan-masukan dari warga daerah sehingga di dengar oleh pemerintah.
17. . Bentuk Patung Santa Maria De Belem Adalah Patung Orca? Atau...?
Jawaban:
sebagai simbol ke sucian
Penjelasan:
maaf klo salah
18. Bagaimana penyelesaian kasus pembantaian santa cruz?? Dan sebab terjadinya kasus tersebut?? Yg cepet yah!! Butuh bgt ... Mksh..
Terjadinya kasus pembantaian di pemakaman Santa Cruz disebabkan oleh aksi protes yang dilakukan oleh warga Timor Timur (sebagian besar mahasiswa). Protes mereka dilakukan bebarengan dengan prosesi pemakaman rekan mereka bernama Sebastiao Gomes yang ditembak mati sebulan sebelumnya oleh pasukan Indonesia. Disaat prosesi pemakaman tersebut para demonstran membentangkan spanduk untuk menentukan nasib mereka sendiri (memerdekakan Timor Timur dari Indonesia). Di saat itulah pasukan Indonesia menembaki para demonstran yang akhirnya menewaskan 271 orang, melukai 382 orang, dan 250 orang hilang.
Hingga saat ini belum ada penyelesaian tuntas dari kasus tersebut yang dinilai melanggar Hak Asasi Manusia. Terdapat dua mekanisme penyelesaian yakni HAM Adhoc dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) meskipun sampai saat ini belum ada titik terang bagaimana penyelesaian dari kasus tersebut.
19. mapa yang di maksud dengan seni??
Seni adalah karya yang dibuat seseorang yang memiliki nilai tinggi. Maaf kalau salah seni adalah ungkapan perasaan manusia yg dituangkan kepada media seni baik itu gambar, musik, tari dll
untuk mengungkapkan bentuk perasaannya maka manusia menuangkan kepada media
20. Sebutkan faktor faktor terjadinya pelanggaran HAM tentang kasus pembantaian santa cruz?
Jawaban:
faktor internal
-ketidaktahuan
-rasa egois
faktor eksternal
-ekonomi
-penyalahgunaan teknologi
-penyalahgunaan kekuasaan
-aparat hukum yang kurang tegas
#semoga bermanfaat
No comments:
Post a Comment